Yuk, kembali ke Al-Qur’an dan As-Sunnah ^_^


Sering kita mendengar dari pak Ustad mari kita kembali ke tuntunan Al Qur’an dan Sunah Rasul (Hadist). Saat ini memang banyak aktivitas umat Islam tidak bersendikan kitabullah. Banyak aturan yang berpatokan kepada aturan bukan Al Qur’an dan Hadist.

Untuk bisa kembali kepada kitabullah dan sunah Rasul kita semua harus bekerja keras untuk mempelajari Al Qur’an dan Hadist. Kita perlu banyak ilmu. Kita perlu menterjemahkan Al Qur’an dan Hadist ke dalam kehidupan sehari-hari. Masalah timbul disini. Ketika kita mencoba memahami kedua hal itu, maka terjadi perbedaan-perbedaan pemahaman sehingga menimbulkan perbedaan dalam implementasi. Perbedaan implementasi di masyarakat sering kali menimbulkan pertentangan-pertentangan. Ini sebenarnya bisa diatasi jika semua pihak mencoba bertemu dan jujur untuk mencari pemahaman yang mendekati kebenaran seperti yang dimaksud dalam Al Qur’an dan Hadist. Tapi sayangnya kita masing-masing bertahan pada pemahaman kita sendiri tanpa memperhatikan pemahaman orang lain.

Kendala lain yang akan kita hadapi adalah perbedaan masyarakat Islam zaman Rasulullah dan masyarakat Islam masa kini. Kita yakin bahwa Al Qur’an itu benar dan juga Hadist itu benar. Namun masalahnya Al Qur’an hanya memberi patokan yang prinsip. Memang sebagian prinsip Al Qur’an telah diterjemahkan oleh Rasulullah dalam bentuk perkataan dan perbuatan beliau yang tertuang dalam Hadist. Namun sebagian prinsip dalam Al Qur’an barangkali belum ada dalam hadist. Ini wajar saja karena memang persoalan umat Islam itu berkembang terus dari waktu ke waktu. Untuk masalah yang sudah ada detailnya dalam hadistpun kita sering berbeda pemahaman. Berbeda pendapat untuk hal-hal yang tidak prinsip seharusnya tidak menjadi masalah. Akan tetapi umat Islam sering terjebak dalam persoalan ini.

Kembali kepada Al Qur’an dan Hadist itu suatu keharusan. Ketika kita hendak menerapkan prinsip atau jiwa Al Qur’an maka kita bisa menelusur kembali apa yang telah dipraktekkan oleh Rasullulah dan para sahabatnya. Banyak sebenarnya jiwa Al Qur’an yang telah dipraktekkan di zaman Rasulullah yang sangat relevan dengan kondisi masyarakat Islam masa kini. Barangkali memang ada sedikit modifikasi, karena memang ada perbedaan kondisi umat Islam masa kini. Sebagai contoh, bukankah Rasulullah telah mempraktekkan bagaimana berdagang yang sesuai dengan jiwa Al Qur’an. Bukankah Rasulullah telah memberi contoh bagaimana hidup sederhana? Bukankah Rasulullah telah memberi contoh bagaimana berpolitik? Bukankah Rasulullah telah memberi contoh bagaimana menjadi seorang pemimpin? Bukankah Rasulullah telah memberi contoh bagaimana kita berbuat adil? Dan masih banyak lagi contoh yang telah dipraktekkan oleh Rasulullah. Masalahnya adalah pada diri kita. Mau tidak mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Lalu bagaimana jika persoalan yang dihadapi oleh umat Islam masa kini belum ada contohnya di zaman Rasullulah? Ini sebenarnya menjadi tugas para cendekiawan muslim untuk menterjemahkan jiwa Al Qur’an dan Hadist untuk menyelesaikan persoalan-persoalan masa kini. Istilahnya membumikan Al Qur’an. Masalah perbankan sampai saat ini masih belum selesai. Bank Syariah yang diharapkan dapat memecahkan masalah riba’ ternyata dalam prakteknya masih belum 100% menghapus riba. Ini memang perlu waktu. Banyak perkembangan ipteks dewasa ini yang belum diatur dalam Islam hukumnya. Ini menjadi tugas para cendekiawan muslim untuk menterjemahkan jiwa Al Qur’an dan Hadist ke dalam persoalan tersebut.

Indonesia sudah mempunyai MUI. Salah satu tugas MUI adalah menterjemahkan jiwa dan prinsip Al Qur’an dan Hadist ke dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menjalankan satu fungsi ini saja MUI membutuhkan para cendekiawan muslim dari berbagai disiplin ilmu. MUI membutuhkan para cendekiawan yang amanah, fatonah, tabliq, sidiq dan sifat positif lainnya. MUI hendaknya bebas dari kepentingan berbagai pihak, sehingga fatwanya benar-benar berpegang teguh pada jiwa Al Qur’an dan Hadist.

.: source :.

http://uripsantoso.wordpress.com/2010/08/20/kembali-ke-al-quran-dan-sunnah-rasul/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s