Teori yang Mematahkan Teori #3 (Sedekah)

lagi, tulisan yang sarat akan nasehat namun bukan menggurui :’)
memang, harta yang ada pada kita saat ini cuma titipan. Yang Maha Memiliki harta itu bisa kapan aja ngambil atau nambah hartaNya ke kita, karena memang Dia pemiliknya, bukan kita :’)

A Dreamer (orirabowo)

Dulu kita, termasuk aku, hanya berpikir bahwa yang membuat kita pada kekayaan dunia adalah dengan cara menjadi seorang dokter. Wajar saat kita menanggalkan seragam putih abu-abu, kita langsung mengurutkan universitas mana yang mempunyai jurusan kedokteran terbaik di Indonesia. Dengan ambisi tinggi, keyakinan tinggi kita langsung memporsikan jurusan kedokteran lah jurusan terbaik.

Sekarang, saat kuliah, banyak kalimat kita temui diposter-poster yang melekat pada dinding-dinding kampus seperti “Seminar Pengusaha”, “To be a good Entrepreneur”, dan apapun itu, intinya semua itu hanya memberikan makna jadi karyawan itu tidak enak, gaji kecil, dan hal negatif lainnya.

Lagi-lagi di Jogjakarta, aku kenal dekat dengan seorang ibu yang sedekahnya luarbiasa. Suami dari beliau sangat ingin ketiga anaknya menjadi seorang dokter atau pengusaha dengan alasan yang telah kupaparkan diatas. Namun ketiga anaknya tidak mengiyakan permintaan dari sang ayah. Mereka lebih suka bekerja diperusahaan besar.

Akhirnya sang ayah pun luluh hatinya, beliau mengiyakan dengan syarat ketiga anaknya itu…

Lihat pos aslinya 299 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s